Frame Your Faith | Ps. Sucipto Prakoso
#2

Frame Your Faith | Ps. Sucipto Prakoso

Ps. Sucipto Prakoso:

Selamat pagi semuanya senang sekali kita dapat berkumpul lagi di tempat ini ya kita perlu belajar mengucap syukur senantiasa memang cuaca di Melbourne itu sudah terkenal naik turun naik turun, kemarin malam katanya kepanasan, tadi pagi bangun kedinginan Memang kadangkala kita suka rewel kalau panas sekali lagi kepanasan, kalau dingin kita bilang kedinginan, kalau keringetan juga tidak suka, lepek, lengket dimanamana, kita memang manusia yang suka komplain sanasini. Tapi kita perlu berhatihati kalau kita senangnya komplain, kalau senangnya komplain itu, itu bisa mengganggu syaraf kita, mengganggu otak kita saya ada membaca sebuah makalah. Di sini dikatakan bahwa kalau kita itu sering mengeluh tidak hanya kita sering mengeluh tapi kalau kita terlalu sering mendengar keluhankeluhan, jadi keluhan demi keluhan demi keluhan katanya 30 menit saja kita mendengar keluhan atau kita komplain atau halhal negatif lainnya tidak hanya teman kita yang komplain atau kita sendiri komplain, tapi kalau kita mau nonton TV juga isinya juga orang komplain. Kalau kita nonton 'Masterchef' gitu, bukan 'Masterchef', 'My kitchen rule' ya kita kan sering komplain makanan satu sudah tidak menyalahkan. Katanya selama 30 menit saja kita membiarkan otak kita, pandangan kita itu mendengar komplainkomplain, katanya ini bisa perlahanlahan mengikis neuron di hipokampus otak kita Di sini bagian belajar biologi, saya juga baru tahu kemarin barusan Google hipokampus itu di bagian otak kita itu adalah bagian yang mempengaruhi kebutuhan kita, yang mempengaruhi bagaimana kita itu learning dan juga yang mempengaruhi bagaimana kita masalah dan dikatakan dari artikel ini ditulis bahwa kalau kita suka komplain dan mendengar komplain demi komplain dengan komplain atau like grumbling complaining session perlahanlahan otak kita itu akan perlahanlahan makin lama makin dipill bagian hipo kampusnya atau di Attic dikatakan bahwa itu akan membuat kita mushy.

Ps. Sucipto Prakoso:

Jadi seperti bubur. Otak kita digerogoni dengan halhal negatif dan juga complaintkomplain sehingga lamalama otak kita seperti bubur kenyataannya. Bubur kan nggak enak ya, saya sih nggak suka bubur tapi ada juga yang suka bubur sih. Memang ini kedengerannya agakagak lebay ya tapi pada saat saya membacabaca ada sebuah research paper yang dipublish oleh National library of medicine yang merupakan adalah medicine library paling besar di dunia yang di handle oleh US Federal. Di sini ditulis dalam bahasa Inggrisnya adalah papernya itu, jadi ini seperti proper medicine jurnal dikatakan The effect of chronic negative stress on hipokampal structures and functional connectivity in passion with depressive disorder.

Ps. Sucipto Prakoso:

Dikatakan kalau kita membiarkan halhal seperti demikian itu terusmenerus itu yang kita terima perlahanlahan otak kita itu akan terbiasa dan tidak hanya itu akan mempunyai dampak di dalam memori learning dan problem solving Dan saya rasa ini tidak perlu dibuat riset daripada kita juga sudah mungkin mengetahuinya, apalagi untuk orangorang Indonesia Kalau kita sedang mumet, stress, mendengar banyak beritaberita negatif atau halhal sejenisnya, biasanya respon kita adalah pada saat ditanya sesuatu, akan diberikan respons secara judes. Jangan nanya saya sekarang deh, saya lagi nggak bisa mikir. Saya nggak bisa mikir, saya nggak bisa mikir lamalama kalau kita terbiasa nggak bisa mikir, masalah kita akan berkurang dan secara literally akan membuat otak kita menjadi otak bubur otak bubur yang tidak baik walaupun bagi mereka yang suka bubur Karena itu kita perlu memperhatikan apa yang Alkitab ajarkan kepada kita dalam 1 Tesalonika 5 ayat 18 Ini adalah sebuah perintah yang mendasar yang bisa mengatasi depressive disorder tadi, yang bisa mengatasi Hippocampal Structure Problem. Yaitu 18 tertulis Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Jadi biarlah kita boleh mengucap syukur di pagi hari ini mungkin di sini banyak yang sedikit grumbling, mungkin ada yang bangun ketagihan jadi kepalanya agak pusing, ada yang katanya belum minum kopi, ada yang belum makan siang, jadi namanya hungry hungry makanya ikut makan siang dan divotion.

Ps. Sucipto Prakoso:

Lain kali datang ketagihan kita melihat pikiran kita, otak, hidup kita kita selalu siap untuk datang ke dalam hadirat Tuhan. Ingatlah mengucap syukur dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. In everything give thanks for this is the will of God in Christ Yesus concerning you. Kita mengucap syukur pada saat kita itu berjalan ke atas gunung melihat sunrise, tapi kita juga bisa belajar mengucap syukur pada saat perjalanan hidup kita dihalangi oleh gunung yang besar Repressing when we are on the mountain and we press Him when the mountain is on our way Hari ini kita mau belajar firman Tuhan, kita mau baca sedikit daripada firman Tuhan, kita 1 sampai yang ketiga Ibrani itu dalam bahasa Inggrisnya adalah bagi mereka yang tidak berbuat yang mungkin bahasa Indonesianya kurang fasih bahasa Inggrisnya Ibrani itu apa untuk anakanak di sini yang udah gede mungkin tahu ya Hibro ya Hibro. Dari Hibro ini kita 1 sampai yang ke3 dan juga 1 sampai yang ke2 Saya bacakan di dalam bahasa Indonesia, kemudian saya akan lanjutkan dalam bahasa Inggris ya, biar bisa menyimak juga.

Ps. Sucipto Prakoso:

Di sini diberikan judul, Chapter ini adalah saksisaksi iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat sebab oleh iman lah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Dalam bahasa Inggrisnya, Faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen. For by it the elders obtain a good report. Lanjutkan dari Ibrani 12 ayat 1 sampai yang kedua Karena itu marilah, karena kita mempunyai banyak saksi bagaikan awan yang mengelilingi kita marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Ps. Sucipto Prakoso:

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi dia yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah bahasa Inggrisnya, we are for seeing, we also compased about which so great a cloud of witnesses let us lay aside every weight and the sin which do so easily beset us and let us run with passion the race that is set before us. Looking untuk Jesus, the Auther and finisher of our faith, who for the joy that was set before Him and Judes the Cross despising the shame and He set down at the right hand of the throne of God. Jadi bahasa Inggrisnya saya ambil dari King James Version Kitab Ibrani terutama pasal 11 ini merupakan bagian dari kitab di dalam Alkitab yang lumayan populer memang ada beberapa bagian Alkitab ini yang mengandung tema yang lumayan signifikan yang banyak orang ingat. Seperti 1 Korintus 13 yang dikenal dengan The Love Chapter 1 Korintus 13. Apa kasih?

Ps. Sucipto Prakoso:

Berbicara mengenai kasih. Biasanya orang membawakan ini di acara wedding ya bukan birthday. Wedding dibawakan 1 Korintus 13 mengenai Kasih. Kita berbicara kepada calon pasangan kita, Kasih itu sabar. Sekarang kenyataannya lebih sabar, diam.

Ps. Sucipto Prakoso:

Kemudian juga ada kejadian satu yang dikenal dengan The Creation. Semua orang mengatakan hal ini penciptaan atau dalam keluaran 20 yang dikenal dengan The 10 Command Men, 10 perintah Allah atau Mazmur 23 yang berbicara mengenai Tuhan yang selalu menyertai kita bahwa dia adalah gembala kita takkan kekurangan aku. My Lord is my shepherd dan juga yang akan kita rayakan dalam beberapa minggu kedepan Lukas 2 yang sangat populer menceritakan kelahiran Yesus Kristus di dunia ini Ibrani 11 juga seperti demikian, dikenal dengan nama The Faith Chapter seperti tadi di judul daripada bagian kita baca ini adalah saksisaksi iman jadi seluruh bagian dari pasal 11 ini didedikasikan untuk topik mengenai iman tidak hanya menjelaskan apa iman itu, tapi juga memberikan contoh, bagaimana kita harus berjalan di dalam iman tidak hanya teori. Banyak orang berbicara mengenai teori seperti kita sekolah, kita kuliah, kita banyak belajar mengenai teori. Itu sangat penting sangat perlu tapi tidak hanya itu di dalam Ibrani 11 pun dinyatakan mengenai contohcontoh nyata dari Abraham dari Musa Henokh Sara sampai ke Daud Samuel dijelaskan bagaimana mereka hidup setia di dalam iman sampai pada akhirnya Kitab Ibrani merupakan kitab yang sangat luar biasa banyak orang melihat bahwa kitab Ibrani ditulis mungkin oleh Barnabas Martin Luther melihat bahwa mungkin Ibrani ditulis oleh Apolos tapi secara tradisi banyak orang setuju ada kita setuju bahwa kitab Ibrani ini tidaklah ditulis oleh rasul Paulus itu sendiri ini adalah hal yang sangat luar biasa hal yang sangat luar biasa dia berbicara Bagaimana iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat Hal yang pertama yang perlu kita yang bisa kita ambil dari pelajaran ini yang pertama adalah kita perlu menaruh iman itu sebagai dasar dari kehidupan kita we need to put Faith as the foundation of our life.

Ps. Sucipto Prakoso:

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ini perlu menjadi dasar dari kehidupan kita. Faith in Christ perlu menjadi fondasi di dalam kehidupan kita Seringkali kalau kita berbicara mengenai sebuah harapan harapan bahasa Inggrisnya adalah hope kalau kita berbicara kepada seseorang Bagaimana kabarnya? Bagaimana ujiannya? Jawabannya apa?

Ps. Sucipto Prakoso:

Semoga baik, berharap supaya baik Bagaimana kesehatannya? Semoga baik, berharap baik Seringkali kalau kita melihat atau memakai kata harapan atau hope ini seringkali agakagak mengambang, agak floating Tetapi jelas disini ditulis bahwa iman di dalam Yesus Kristus itu tidak hanya sebuah hal yang mengambang, bukan hanya sebagai sebuah harapan Kita berharap supaya anak kita tumbuh menjadi dokter. Kita berharap pekerjaan kita naik terus karirnya, berharap tahun depan kita naik gaji. Itu harapan atau kenyataan? Lebih ke harapan, sehingga kita melihat bahwa kita memakai konsep yang sama di dalam harapan yang kita tahu dalam kehidupan seharihari itu di dalam Tuhan sehingga kita menaruh harapan kepada Tuhan itu seolaholah kita itu tidak yakin, sekarang kita tidak yakin seolaholah itu hanya sebagai sebuah harapan dan fantasi Tetapi jelas 1 ini tidak dituliskan atau tidak berhenti di dalam kata harapan.

Ps. Sucipto Prakoso:

Ditulis iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat Tidak hanya iman itu adalah hal yang kita hope for, kita pegang harapan senantiasa tapi juga ada bukti daripada iman itu dan penulis Ibrani menulis semuanya buktibukti dari perjalanan iman tokohtokoh yang terdahulu mulai dari Abraham, Abel, Musa, Yakub, Sarah. Begitu banyak orang tokoh demi tokoh ditulis bagaimana mereka tetap kuat di dalam iman mereka Walaupun mereka ada yang kelaparan walaupun mereka ada yang dianiaya tetapi penulis ibali mau mengencourage setiap daripada kita put Faith as your foundation of life karena iman yang Tuhan berikan di dalam Yesus Kristus itu bukan hanya sekedar sebuah harapanharapan Seringkali kita melihat hope itu seperti pada saat kita itu lagi mau pasang lotere. Anyway, jangan main lotere. Seperti mau pasang lotere, semoga menang. Berharap kita menang.

Ps. Sucipto Prakoso:

Tapi dalam Yesus Kristus kemenangan itu sudah pasti dan sudah terbukti. Di dalam Roma 8 ayat 37 tertulis Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orangorang yang menang. In all these things we are more than conquers, through Him that love us. Dalam iman Kristus kemenangan itu sudah pasti kembali dalam 1 Yoanes 5 ayat yang ke4 Sebab semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia yaitu iman kita Jadi bagaimana kita bisa menang dalam dunia ini? The answer is 4 Kalau tidak percaya, buka deh.

Ps. Sucipto Prakoso:

Saya cuma ngomong asalasalan, buka masingmasing di sekarang atau di Kita perlu mempunyai dasar iman yang kuat agar pada saat kita mengalami cobaan pada saat badai menerpa kita akan bisa kuat Kita berbicara, jangan kita membangun rumah di atas pasir. Kita perlu membangun rumah kita di atas dasar yang kuat. Jangan membangun rumah seperti membangun atau tinggal di sebuah karavan dan saya tawakan hal ini tinggal di karavan kita tidak akan bertahan menghadapi angin kencang menghadapi angin 150 km sangat mungkin karavan itu bisa tumbang. Perlu tinggal dan hidup dengan fondasi strong karena kita tidak tahu kapan angin ribut itu akan datang melanda kehidupan kita. Kita need a firm foundation there is our faith sehingga pada saat angin melanda kehidupan kita, kita dapat kuat di atas dasar iman yang teguh iman yang kuat di dalam Yesus Kristus Jadi hal yang pertama adalah have a faith as your founding of your life.

Ps. Sucipto Prakoso:

Disini bukan hanya kita berharap, kita berdoa, kita berharap tetapi akan ada bukti nyata dan sudah ada bukti nyata yang Tuhan telah siapkan kepada kita Hal yang kedua yang saya mau bagikan adalah di dalam ayat yang ketiga ayat yang ketiga disini ditulis karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat Yang kedua adalah saya bacakan dalam bahasa Inggrisnya, tadi saya sudah bacakan. Saya bacakan lagi, Through Faith we understand that the world will framed by the Word of God, so that things which are seen were not made of things which do apear Hal yang kedua adalah we need to frame our faith in a word of God Kita harus Frame Your Faith in a word of God Jelas di sini banyak berbicara mengenai bagaimana kita hidup pemikiran persepsi pandangan kita, kita pertempatkan di atas firman Tuhan Ada dua kata yang saya ingin bawakan dalam ayat ini. Yang pertama adalah kata alam semesta atau the world's alam semesta. Dengan iman kita perlu mengerti bahwa alam semesta ini telah dijadikan oleh firman Allah alam semesta atau Wow Seringkali kalau kita berbicara mengenai kata alam semesta atau kata world, saya ngomong bahasa Inggris World W.O.R.L.D World Kalau kita berbicara mengenai World, bayangan kita itu apa?

Ps. Sucipto Prakoso:

Kalau bicara mengenai alam semesta yang Tuhan ciptakan ini, bayangan kita itu apa? Bayangan kita adalah air, tanah, pohon di rumah, ikan nimo di akuarium atau kadal di kamar seseorang Kita selalu merasa, kita selalu menganggap bahwa Tuhan itu memang menciptakan dunia dengan isinya Tuhan menciptakan binatang, Tuhan menciptakan air, Tuhan menciptakan tubuh saya sehingga bisa berfungsi dengan baik Tetapi kata yang dipakai di sini itu sangat berbeda dengan bayangan kita mengenai kata dunia dan alam semesta itu kata yang dipakai untuk kata alam semesta ini dipakai kata ion bukan kosmos Di dalam bahasa Yunani kata dunia itu ada dua kata yang bisa dipakai untuk diterjemahkan sebagai world atau dunia. Yang pertama adalah kosmos dan yang kedua adalah ion kata dipakai dalam ayat ini, ini bukan dipakai kata kosmos mungkin disini hidup zaman dulu kosmos itu adalah merek rice cooker ya Padahal kan kosmos, rice cooker kan tapi di sini kata kosmos kalau dunia dipakai kata kos, ditulis dengan kata kosmos kosmos itu memang benar artinya seperti apa yang dibayangkan kita yaitu dunia dengan dekordekornya dunia dengan dekordekornya ada gunung, pantai, binatangnya, pohonpohonnya, manusianya, kutuknya. Jadi itu arti kata kosmos, bintang, bulan dan memang benar Tuhan menciptakan kosmos dengan segala isinya Tetapi disini kata yang dipakai adalah ion bukan kosmos tapi ion mungkin bagi kita yang disini tinggal di BSD atau di Tangerang, ada tidak disini tinggal di Tangerang atau BSD?

Ps. Sucipto Prakoso:

Tidak datang orangnya ya, tinggal di Tangerang mungkin mereka sangat familiar dengan kata ini di BNC Tangerang ada Mall besar namanya Mall Aion dan memang ini kata dari bahasa Inggris dan katanya 3 janganjangan ini mau Kristen, deh, jangan mengambil saya. Dipakai di dalam kata dunia ini adalah pakai kata aion kata aion yang berarti mengandung arti mengandung arti past, present, dan future yang mengandung arti course atau jalan. Bisa mengandung arti eternal and ever itu adalah arti kata yang dipakai oleh penulis Ibrani ini bahwa iman kita itu tidak hanya mengerti bahwa Tuhan menciptakan dunia tujuh hari Memang kita perlu untuk mengerti dan mempunyai iman bahwa Tuhan menciptakan semuanya. Of course, God is the Creator of life. Tapi pada saat kita itu hanya melihat seperti demikian, kita hanya melihat yang di luar kita bahwa God created everything in order exept my life.

Ps. Sucipto Prakoso:

Pada saat kita mengerti mengenai kata ini, I think it's gonna give us a new faith perspective bahwa dikatakan bagaimana alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, ini mengandung arti kehidupan bahwa kehidupan kita itu juga dijadikan oleh Tuhan bahwa segala yang kita ada ini adalah milik daripada Tuhan dan ini yang perlu kita mengerti bahwa Tuhan adalah pemberi kehidupan sebelum sekarang dan sampai selamalamanya bahwa kehidupan kita ini adalah milik Tuhan, kita diciptakan oleh Tuhan karena dosa kita itu dipisahkan daripada Tuhan dan Tuhan tidak mau terpisah dari ciptaannya dia karena kita perlu membawa iman kita kepada Tuhan Dan kata yang kedua yang lumayan menarik bagi saya pada saat membacanya dalam bahasa Inggris through Faith we understand that the world atau kehidupan kita ini, world framed by the Word of God. Memang subjeknya itu adalah the Word of God, firman Tuhan tetapi di dalam ayat ini penulis Ibrani ini mau kita itu tidak hanya sekedar mengerti atau membaca firman Tuhan memang sangat baik untuk kita membaca firman Tuhan setiap hari senantiasa kita perlu membaca firman Tuhan karena firman Tuhan adalah firman yang hidup tapi jangan sampai kita membaca firman Tuhan hanya karena kita mau memenuhi target atau kuota Suatu hari katanya disuruh baca berapa ayat?

Ps. Sucipto Prakoso:

30 ayat. Ya mesti lebih Jangan sampai kita melihat firman Allah itu hanya sebagai target bacaan kita. Kita perlu membaca Alkitab mesti selesai dalam setahun. Saya rasa itu adalah hal yang baik, karena kalau tidak di encourage demikian mungkin kita tidak membaca, mungkin kita tidak mulai tapi biarlah kita boleh menaruh persepsi yang baru mengenai firman Tuhan ini yaitu dipakai kata Frame. Bahasa Indonesia dipakai kata apa ya Frame itu ya?

Ps. Sucipto Prakoso:

Dijadikan tapi di sini bukan hanya dijadikan tetapi The World Warframe by the Word of God. Kalau kita berbicara mengenai Frame, apa yang ada dalam bayangan kita frame itu. Apa yang mempunyai frame, foto, lukisan. Memang kacamata juga ya dibilangnya frame kacamata dalam bangunan struktur frame. Tapi kalau kita berbicara mengenai frame, itu banyak bicara mengenai foto lukisan atau Kata Frame ini atau pada saat kita melihat Frame, Apa reaksi kita pertama pada saat kita itu melihat ada Frame?

Ps. Sucipto Prakoso:

Kita akan draw our attention ke itu. Kita akan fokus. Kita akan fokus Bolehkah kita pakai alat peraga sedikit? Saya minta beberapa orang maju ke depan. Tidak diapaapain?

Ps. Sucipto Prakoso:

Siapa lagi yang memakai baju merah? Martin! Itu merah bukan? Ayo mati ya. Mati.

Ps. Sucipto Prakoso:

Tidak apaapa. Apa ini? Tidak sama saja. Apalagi baju merah? Ps.

Ps. Sucipto Prakoso:

Ps. Itu merahnya maroon Maroon itu merah, bukan ungu Kalau dilihat bagaimana menurut kalian? Sama sama saja, Sama gantengnya dan sama tingginya Jadi mereka blends in di dalam alat musik yang ada Tapi menarik sekali pada saat kita menaruh Frame kirakira fokus kita akan kemana? Akan ke Tobe? Pikir coba lihat, terus tibatiba seperti ini fokus kita kemana?

Ps. Sucipto Prakoso:

Berbeda tidak di ketinggian lagi, jadi serasa kurang ganteng seperti ini Kalau yang ini perlu di bingkai atau Muat kok kita ganti, kita punya fokus ke bingkai itu. Terima kasih tepuk tangan karena itu di Alkitab itu ditulis kita harus mengubah kita, kita harus mengubah kita di dalam kita karena pada saat itu di dalam pikiran, itu akan menaruh kita punya persepsi, pengaruh fokus kita dan perhatian kita kalau kita ke Museum Art Gallery 100% lukisan itu akan di frame sehingga kita akan melihat dan fokus kepada hal itu Memang sekarang kalau di zaman modern ini apalagi ke galeri modern, sekarang sudah tidak ada framenya. Makanya pada jelekjelek. Kalau dilihat itu apa? Karena figura itu that frame, itu akan memberikan fokus di attention karena itu kitab Ibrani menulis bahwa cara Tuhan.

Ps. Sucipto Prakoso:

Dan frame foto itu sebenarnya tidak hanya berfungsi supaya bagusbagusan. Tentu itu akan membawa kita semua. Tetapi figura itu, another fungsi daripada figura itu adalah dia memberikan structure. Tanpa pigura, sebuah karya lukisan itu akan tidak terlihat. Akan letoletoli, akan lemaslemas.

Ps. Sucipto Prakoso:

Sama saja dengan kain pel di rumahnya. Monalisa kalau ditaruh di atas dapur, kain cuci piring. Tapi pada saat Monalisa itu di bingkai dengan struktur, it will impact different. Karena itu hal yang kedua adalah kita perlu menaruh iman kita Frame Your Faith towards the word of God agar pada saat kita dihadapi cobaan, agar pada saat kita dihadapi masalah challenges, kita akan menjadi kuat kita akan menjadi persever, kita akan menjadi teguh karena fokus kita adalah jalan dan kehendak Tuhan fokus kita tidak lagi mengenai pemikiran kita fokus kita tidak lagi mengenai halhal yang mendistract kita daripada Tuhan Tuhan akan memberikan kepada kita kekuatan dan jalan keluar, when we frame our faith in a word the Lord Dan hal yang terakhir yang ketiga, jadi hal yang pertama tadi apa? Faith as our foundations.

Ps. Sucipto Prakoso:

Yang kedua Frame Your Faith In The Word Of The Lord. Yang ketiga dalam Hibb. 12 ayat 2 saya bacakan dalam Inggrisnya. We need to look untuk Jesus, the Auther and the finisher of our faith Iman ini bukan hanya seperti iman yang kuda liar, seradak seruduk yang tidak ada ujungnya, yang tidak ada tujuan dan tidak purposenya. Jelas disini dikatakan bahwa 2 marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan memang di dalam bahasa Indonesia, give us like a sense of difficult things to achieve.

Ps. Sucipto Prakoso:

Kita dituntut untuk menjadi sempurna. Memang kita perlu mengejar kesempurnaan tapi seringkali kita berpikir bagaimana untuk kita menjadi sempurna dan karena fokusnya itu di kata sempurna itu, itu yang kadangkala membuat orang itu tidak mau ikut Tuhan Dulu pada saat saya belum mengenal atau belum lahir baru, belum mengenal Tuhan, saat ikut gereja ini, diajakin teman. Besok kuliah, diajakin teman. Ayo kumpulkumpul orang Indonesia. Ternyata kumpulkumpulnya ya dengan orang Indonesia, benar sih Kemudian kita baca firman Tuhan, kemudian di tantang.

Ps. Sucipto Prakoso:

Apakah sudah lama ke gereja? Apakah sudah lama ke Apakah sudah Apakah mau menerima Tuhan? Sangat sekali jawaban yang saya katakan adalah No, because I might seen again. I might not be as perfect as you No! After No!

Ps. Sucipto Prakoso:

After No! After No! Untung pada akhirnya you say yes Akhirnya say yes Yang perlu kita fokuskan memang benar kita perlu mengejar kesempurnaanNya tapi dalam bahasa Inggrisnya di sini diencourage oleh Ibrani berkata bahwa looking untuk Jesus as the Auther and the finisher of our faith there is a goal, there is a goal for our faith, there is a goal for our faith yaitu adalah Yesus Finish Your Faith in Jesus Christ Di dalam terjemahan bahasa Inggrisnya, di King James Version Ibrani 12 ayat 12 itu diberikan bagian khusus kalau di dalam Alkitab bahasa Indonesia itu diteruskan jadi chapter 12 itu terdiri dari pasal 17 yang diberi judul nasihat supaya bertekun dalam iman tetapi di dalam bahasa Inggrisnya 1 2 diberikan judul The founder of Jesus, The founder and Perfector of our Faith setelah itu barusan dilanjutkan dengan nasehat supaya bertekun dalam iman Kita harus finish our faith in Jesus Christ Jangan sampai iman yang sudah kita terima ini kemudian menjadi terbelangkai kita kemudian menjadi Court of God atau bahasa Indonesianya Alkitab menuliskan suamsuam kuku. Kita harus finish our faith strong and the only way to finish our faith is in Jesus Christ di sini tulis bahwa Yesus yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi dia yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah disini dikatakan bahwa Yesus duduk di sebelah kanan takhta Allah bukan karena Dia enakenak, mungkin kita berpikir Yesus lelah, sudah selama di dunia itu berusaha dibunuh, dipaku, sekarang bolehlah Yesus dudukduduk Tapi sebenarnya bukan demikian, duduk di sebelah kanan takhta Allah karena it has been done everything has been done for us The salvation has been done for us biarlah kita mengoreksi iman kita ini iman yang membutuhkan ya strong foundation di dalam Tuhan biarlah kita mempunyai iman yang benarbenar mengerti iman yang mengerti bahwa memang benar Tuhan menciptakan dunia ini dan segala isinya tetapi Dia juga adalah pencipta kehidupan kita.

Ps. Sucipto Prakoso:

Dia adalah author of our life sehingga kita bisa memfokuskan kehidupan kita terhadap apa yang kekal yaitu firman Tuhan dan tidak hanya kita menjalankan iman ini begitu saja tetapi iman yang ada bertujuan he is the finisher of our Faith Saya yakin bagi kita yang menaruh iman yang benar di hadapan Allah Ibrani 11 ayat 40 katakan, Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita