Selamat pagi saudara sekalian semua Kita bersyukur kita boleh berkumpul bersama tempat ini pada pagi hari ini kita boleh berbakti kepada dia dan di hadapan kita juga tersedia roti dan anggur saudara sekalian semua yang mengikuti kebaktian secara live streaming di tempat saudara masingmasing saudara silakan sediakan roti dan anggur yang kita ingin makan minum bersama sebentar ini dan saudara dengan anugerah Tuhan kita memasuki bulan Februari bulan yang terpendek bahkan di dalam tahun kabisat pun Februari masih tetap yang terpendek meski Februari adalah bulan yang terpendek bukan berarti apa yang terjadi di bulan Februari ini kurang efektif ataupun kurang produktif efektivitas dan produktivitas tidak bergantung kepada panjang atau pendeknya waktu tapi Februari dengan karakternya yang cepat berlalu ini memberitahu kita mengingatkan kita akan singkatnya waktu akan keterbatasan serta cepatnya waktu berlalu Februari bahkan berteriak kepada kita apa yang dibisikkan oleh jiwa kita yaitu waktumu tidak tak terbatas waktumu sangat singkat dan pagi ini kita mau belajar tentang kebenaran tersebut secara langsung headon dari satusatunya sumber kebenaran yang mutlak yaitu firman Tuhan Alkitab kita logos ini. Kita buka kitab Mazmur, kita mau lihat satusatunya Mazmur yang ditulis oleh Musa, kita tahu penulis kitab Mazmur bukan hanya Daud, dia menulis hampir separuh dari kitab Mazmur, tapi ada beberapa penulis lainnya.
Rev. Mindjaja Tani:Mazmur 90 ini ditulis oleh Musa sangat menarik, dicatatnya masuknya Mazmur Musa ini ke dalam kitab Mazmur sangat unik sebab Musa hidup beberapa generasi sebelum terbentuknya kitab Mazmur ini penulis lainnya dari kitab Mazmur ini satu zaman dengan Daud bahkan ada yang setelah Daud yaitu Mazmurmazmur dari Raja Salomo masuknya Mazmur yang ditulis atau Mazmur Musa ini menunjukkan bahwa isi Mazmur nih sangat penting termasuk penting buat kita sampai hari ini. Mazmur 90 ini ditulis oleh Musa dalam bentuk sebuah doa yang memberitahu kita akan sifat kekal Allah dan singkatnya kehidupan manusia. Sebagai man of God di dalam bahasa Indonesia diterjemahkan seperti abdi Allah. Diterjemahkan sebagai abdi Allah. Seperti yang ditulis di dalam pertama dari Mazmur 90 ini.
Rev. Mindjaja Tani:Musa dengan pengalamannya yang yang begitu ekstensif yang dapat kita baca di dalam kitab keluaran membuat apa yang ditulis oleh Musa ini sungguh memiliki bobot yang tidak dapat kita anggap enteng sama sekali dan deserve our full attention Nah kita buka Mazmur 90 saya ajak kita melihat satu ayat saja ayat kunci yang sangat penting yaitu ayat yang ke12 di dalam terjemahan bahasa Indonesia dari terjemahan baru dikatakan demikian Mazmur 90 ayatnya yang ke12 bukan amsal tapi Mazmur ajarlah kami menghitung harihari kami sedemikian sehingga kami beroleh hati yang bijaksana ayat ini bukan berbicara kepada orangorang tua yang sudah usur ya yang sudah apa sih mendekati kematian untuk mereka menghitung sisasisa hari mereka Banyak orang tua yang sudah usut, mereka menghitung sisasisa hari mereka. Tapi ayat ini bukan berbicara kepada mereka ayat ini adalah sebuah perintah untuk semua orang yang hidup ayat ini berlaku kebenaran ini berlaku buat orangorang tua maupun orangorang muda kita semua kita semua diperintahkan untuk menghitung harihari kita Number Your Days Saudara, Saya mau mengajak kita melihat empat hal dari ayat ini yang pertama sekali adalah the reality of time kita hidup banyak orang hidup dalam kemabukan ilusi keabadian ketidakterbatasan illusion of infinity illusion of endlessness pujangga Indonesia kairil anwar pada tahun 1943 menulis sebuah puisi dengan judul aku dan di dalam puisi ini dia katakan aku mau hidup seribu tahun lagi Saudara enam tahun kemudian tahun 1949 Haeril Anwar meninggal dalam usia 26 tahun dia mau hidup seribu tahun lagi tapi waktu tidak mengizinkan dia bahkan sepersepuluh nya saja tidak sepersepuluh itu kan 100 ya kan seperdua puluh pun tidak 50 tahun pun tidak Saudara hidup ini sangat singkat tapi sayangnya kita ini hidup di dalam sebuah ilusi bahwa waktu itu akan terus berjalan.
Rev. Mindjaja Tani:Kita melihat waktu itu seperti jam analog. Saudara tahu jam analog? Ya kan? Seperti ini dia berputar jam 10.00, jam 11.00, jam 12.00, balik lagi jam 10.00, 11.00, 12.00, dan seterusnya terus berputar dan berputar dan berputar sehingga kita lihat sepertinya enggak pernah habis enggak apaapa udah lewat jam 10.00 gak apaapa, besok akan muncul lagi jam 10.00 lewat lagi, gak apaapa, ada besok lagi, lewat lagi gak apaapa, Minggu depan ada lagi. Kita melihat waktu itu terus berputar endlessly tidak berakhir dan kita berpikir waktu akan terus berjalan saudara kita melihat waktu terus berputar atau saudara melihat jam pasir Send clock atau Send timer atau yang dikenal juga sebagai hour glass.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara melihat pernah lihat hour glass ini jam pasir ya habis lagi putar balik lagi saudara perhatikan jam pasir atau hourglass ini saudara nggak bisa melihat atas dan bawahnya saudara enggak mengenali atas dan bawah Sama atas dan bawahnya. Saudara boleh terus putarputarputar dan Saudara berpikir gak akan habis dengan melihat waktu yang tidak berakhir ini, yang terus berputar ini, kita di dalam merencanakan, di dalam membuat rencana, buat seolaholah kita ini adalah penguasa waktu. We plan as if we are the Masters of time. Mau sibuk, santai, sukasuka bisa diatur, don't worry masih ada hari esok kita bertindak seolaholah kesehatan kita, pekerjaan kita, relationship kita, nafas kita adalah sebuah mesin gerak abadi we act as if our help our jobs our relationship and even our very breath of perpetual motion machine yang akan terus berjalan Kita bertindak seolaholah akan selalu ada hari esok untuk bertobat, ada tahun depan untuk melayani, ada musim selanjutnya untuk mengampuni. Kita hidup dengan semboyan suatu hari nanti.
Rev. Mindjaja Tani:Someday. Suatu hari nanti Aku akan membagikan imanku. Share my faith. Suatu hari nanti aku akan memperbaiki hubungan yang rusak itu suatu hari nanti aku akan berdoa dengan serius satu hari nanti Kita memperlakukan hidup kita ini seperti aliran air yang tidak pernah berhenti padahal firman Tuhan katakan bahwa hidup ini seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap Yakobus pasal yang keempat ayat yang ke14 katakan demikian hidup Musa penulis ayat kita pagi ini di padang gurun karena mereka gagal menghitung harihari mereka dengan bijaksana ia berdiri di ambang tanah perjanjian sadar bahwa ia tidak akan masuk ke sana dia melihat mengalami konsekuensi buruk dari waktu yang terbuang siasia DoaNya ini lahir dari campuran debu padang gurun dan air mata karena kehilangan, karena missing out. Bukan cuma fomo.
Rev. Mindjaja Tani:Tahu fomo? Dia bukan cuma mengalami fomo tapi dia mengalami maunya missing out. Berseru Tuhan, buatlah aku melihat apa yang Engkau lihat. Jangan biarkan aku hidup dalam fantasi ketidakterbatasan tunjukkan padaku hitungan mundur agar aku dapat menjalani hidup dengan hitungan maju menghitung harihari itu mengingatkan kita, menyadarkan kita akan keterbatasan kita. YOU HAVE A NUMBER Ada angkanya, ada jumlahnya, jumlah matahari terbit yang akan Saudara lihat telah ditetapkan secara Ilahi dan hanya diketahui oleh Tuhan.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara memang tidak tahu berapa jumlahnya, angkanya, tapi Saudara perlu tahu, Saudara harus tahu angka itu terbatas, jumlah itu terbatas, its finite. Dan ini akan merubah segalanya, merubah hidup kita, merubah pola pikir kita, merubah paradigma kita, merubah perspektif kita saat kita tahu bahwa sesuatu itu terbatas kita akan berhenti menyianyiakannya, benar? Kalau kita berpikir masih banyak kita akan menyia nyiakannya saudara yang student semua pasti pernah jadi student ya sebelumnya saudara tahu ada ujian saudara melihat masih bulan depan ya kan? Oh masih banyak waktu, saudara main dulu, santai dulu dan sebagainya. Oh toh masih sebulan lagi?
Rev. Mindjaja Tani:Kemudian dua minggu kemudian, ah masih dua minggu seminggu seminggu tinggal satu malam baru saudara belajar, ya kan? Setelah kita tahu bahwa sesuatu itu terbatas, tidak akan menyianyiakannya. Saudara, kita perlu belajar bahwa hidup ini terbatas, kita perlu belajar Number Your Days saat kita tahu sesuatu itu terbatas kita akan lebih terarah dan berniat. Fokus and intentional. Kita akan berhenti menghabiskan waktu kita yang terbatas untuk halhal yang tidak penting.
Rev. Mindjaja Tani:Kita akan bertanya saat kesempatan datang, saat undangan datang, saat komitmen diminta, akan bertanya apakah ini sesuai dengan rencana Tuhan untuk harihari kita yang terbatas? Kita perlu bertanya kesempatan ini, undangan ini, komitmen ini, apakah sesuai dengan rencana Tuhan untuk harihari kita yang telah terhitung ini? Saudara, biar kita keluar dari ilusi bahwa waktu ini tidak akan berakhir. Perlu hadapi the reality of time. Yang kedua apa yang kita pelajari dari ayat ini kita perlu tahu what numbering actually means Apa artinya menghitung harihari menghitung harihari itu bukan ngitungin satu hari, dua hari, tiga hari, dan seterusnya bukan bukan ngitungin demikian, Saudara.
Rev. Mindjaja Tani:Bukan juga ya di dalam bahasa Inggris dikatakan to number our days bukan juga berarti kita berikan angka 1 pada hari ini, angka 2 pada hari itu, angka 3 dan seterusnya dan seterusnya. Bukan demikian, Saudara. Tadi sudah saya katakan menghitung harihari itu berarti menyadari dan mengakui nilai serta signifikansi dari harihari itu dan sekaligus membebaskan kita untuk merangkul kefanaan, keterbatasan. Saudara menghitung harihari berarti tidak lagi melihat kalender hidup nih sebagai sebuah sebagai kotakkotak yang harus kita isi. Bisa bayangkan ya kalender tanggal satu kita harus isi demikian tanggal dua tanggal tiga kita buat kita isi semua kalender hidup kita ini dengan apa yang kita inginkan.
Rev. Mindjaja Tani:Menghitung harihari ini berarti kita melihat harihari itu sebagai sumber daya Ilahi yang tidak dapat diperbaharui. Secret non renewable resources yang harus kita investasikan bukan kita siasiakan dan berbuat merencanakan seenaknya setiap kali matahari terbit setiap matahari terbit berbicara tentang setoran deposit buat kita setiap matahari terbenam menandakan penarikan withdrawal dari kita pertanyaannya sekarang adalah bagaimana saudara gunakan hariharimu? Dimana? Dalam hal apa saudara berinvestasi? Apakah saudara memakainya untuk halhal yang sepele dengan terus menggulir layar screen scrolling atau diisi dengan keluhan dan kekuatiran yang tidak penting atau dihabiskan dengan mengejar kenyamanan sementara yang akan dihancurkan oleh ngengat dan karat Bagaimana kita pakai saudara kita bisa pakai kita bisa investasikan harihari kita dalam halhal yang kekal merenungkan firmanNya berdoa menangkan jiwajiwa kita investasikan harihari kita di dalam urusan Kerajaan Allah di dalam bisnis Kerajaan Allah kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya saudara Saya yakin saudara semua pernah dengar atau tahu YOLO YOLO semua tahu dunia berkata kamu hanya hidup sekali jadi raihlah semua kesenangan yang bisa kamu dapatkan Kita diajarkan to Seach the Days.
Rev. Mindjaja Tani:Memang benar kita harus Seach the Days. Kita harus raih semuanya tapi bukan dengan cara demikian, bukan dengan pemikiran bahwa kita masih punya hari esok. Sangat menarik kalau dunia berkata, kalau dunia mengajarkan you only live once firman Tuhan di dalam Ibrani pasal yang ke9 ayatnya yang ke27 memberitahu kita bahwa manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu diyakini Alkitab bukan berbicara hidup Because you never live, Saudara tidak pernah hidup tanpa Dia. Di luar Dia tidak ada kehidupan. Hanya di dalam Dia ada kehidupan.
Rev. Mindjaja Tani:Yesus katakan, Aku datang supaya engkau mempunyai hidup dan mempunyainya di dalam kelimpahan hanya di dalam Dia hanya karena Dia ada hidup Alkitab berbicara tentang mati, tentang kematian, bahwa kita semua akan menghadapi kematian. Saudara pernah dengar orangorang bule yang katakan hanya ada dua hal yang pasti di dalam hidup ini. There are only 2 things yang pasti that certain in life. Ada yang tahu apa? Tax and death pajak dan kematian itu yang pasti kita gak bisa lari dari itu saudara lari dari pajak saudara akan dikejar oleh taxoffice dan kita tidak bisa lari dari kematian manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi Saudara biarlah kita hidup dalam kehidupan yang singkat ini dengan memandang kepada kekekalan sebab setelah kita ini dihakimi kita akan hidup untuk selamanya dan bagaimana kita hidup kemudian itu sangatsangat penting buat kita, sebab itulah yang selamanya.
Rev. Mindjaja Tani:Apakah kita hidup di dalam anugerahNya Dia atau kita hidup terputus hubungan dengan Dia. Saudara, menghitung harihari itu membawa masa depan yang jauh ke dalam masa kini yang mendesak. Brings the distant future into urgent present tense menghitung harihari itu sangat penting. Tapi perlu kita tahu dengan menghitung harihari bukanlah kita ini kemudian terobsesi dengan kematian saudara hitung hitung hitung Berapa lama lagi bukan menghitung harihari itu bukan berbicara terobsesi dengan kematian, karena toh kita gak tahu angkanya itu, ya kan? Kita gak tahu jumlah tepatnya.
Rev. Mindjaja Tani:Menghitung harihari itu justru membuat kita menjadi bersemangat tentang kehidupan, kehidupan yang sesungguhnya kehidupan yang memuliakan Tuhan. Saat kita menghitung harihari, tibatiba prioritas Allah akan menjadi prioritas kita. Pertengkaran remeh yang biasanya bisa menghabiskan waktu seminggu menjadi damai hari ini juga dosa yang selama ini dimanjakan diakui dan ditinggalkan sekarang juga karena sadar tidak akan ada hari esok untuk melakukannya kepada tetangga teman dan sanak saudara yang membutuhkan Kristus hari ini juga Injil diberitakan disampaikan kepada mereka sebab hari ini adalah hari keselamatan itu saudara prioritas Allah harus menjadi prioritas kita. Yesus katakan di dalam Yoanes pasal yang ke9 ayatnya yang ke4 Dia katakan demikian kepada kita semua kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku perhatikan kata kita dan kata Aku Dia berbicara kita itu kita semua Dia bukan berbicara kita hanya Aku tapi Dia berbicara kita semua sebab kemudian Dia pakai kata Aku kita semua harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku kapan kita lakukan tuh kapan kita kerjakan selama masih siang akan datang malam dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja saudara bilang itu zaman dulu zaman dulu kalau malam gelap enggak ada lampu jadi enggak bisa kerja ya kan zaman sekarang kita punya lampu LED yang terang dan sebagainya kita bisa terus kerja saudara bukan itu maksudnya tapi maksudnya bahwa akan datang hari akhir dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja lagi Saudara, Yesus hidup dengan kesadaran akan tenggat waktu Ilahi a divine deadline Dia memahami sepenuhnya akan tugasnya dan jangka waktu yang tersedia dan Dia katakan pada kita kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku aku Yesus menebus waktu seperti yang dikatakan Paulus di dalam efesus 5 ayat 16 karena dia tahu bahwa harihari itu jahat dan kesempatan itu singkat seperti singkatnya bulan Februari kita harus terfokus dan penuh dengan kesengajaan intensional saudara jika Februari ini adalah Februari terakhirmu di bumi bagaimana akan Kau jalani bagaimana akan kau hidupi jika saudara hanya memiliki sisa 28 hari untuk mengasihi keluargamu untuk melayani gerejamu untuk membagikan kabar baik tentang sang juru selamat apa yang akan kau rubah pertanyaan ini bukanlah sebuah hipotesis bukan sebuah asumsi yang tidak sadar berdasar.
Rev. Mindjaja Tani:Pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab. Adalah sebuah realitas dari kehidupan yang hariharinya telah ditentukan yang ketiga kita belajar tentang the result of numbering Kenapa Tuhan memerintahkan kita untuk belajar menghitung hari sebuah pelajaran berhitung yang rumit mending juga belajar ngitung duit ya kan lebih berguna menghitung harta tapi enggak ada tuh di Alkitab enggak ada doa permintaan perintah yang mengatakan kepada kita untuk menghitung uang untuk menghitung harta Tapi kita diperintahkan untuk menghitung hari. Kenapa? Tuhan berikan jawabannya di dalam Mazmur 90 ayat 12 ini. Dikatakan demikian, ajarlah kami menghitung harihari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara, kita perlu belajar menghitung harihari itu hingga kita beroleh hati yang bijaksana sampai kita punya hati yang bijaksana. Kalau kita belum punya hati yang bijaksana, berarti kita belum belajar untuk menghitung harihari. Berarti kita belum bisa menghitung harihari atau berarti kita belum menghitung harihari itu. Ingat menghitung harihari itu bukan dihitung 1, 2, 3 nya. Kita sudah pelajari bahwa menghitung harihari adalah menyadari pentingnya waktu itu.
Rev. Mindjaja Tani:Nah, tujuan utama menghitung harihari kita adalah supaya kita memperoleh hati yang bijaksana. Heart of wisdom. Kebijaksanaan dalam konteks ini bukan berbicara tentang pengetahuan intelektual tetapi pemahaman mendalam tentang prioritas hidup. Kebijaksanaan adalah seni. Kebijaksanaan dalam hal ini adalah seni menyelaraskan hidup kita yang terbatas dengan rencana dan tujuan Allah yang tidak terbatas sehingga halhal sepele yang menguasai kita yang pernah menguasai kita kehilangan cengkramannya kebijaksanaan adalah mengetahui apa yang harus dikejar dan apa yang harus dilepaskan apa yang mendesak dan apa yang bisa menunggu apa yang berharga dan apa yang tidak berharga banyak orang pintar di dunia ini termasuk saudara sekalian semua banyak orang punya iq yang tinggi alias jenius tetapi hanya sedikit orang yang mempunyai hati yang bijaksana hati yang bijaksana tahu apa yang harus dicintai ia mencintai apa yang kekal ia invest di dalam kasih kepada Tuhan kepada firmanNya ia mengasihi orangorang yang diciptakan menurut rupa dan gambar Sang Pencipta Hati yang bijaksana tahu apa yang harus ditakuti.
Rev. Mindjaja Tani:Lebih takut akan hidup yang siasia, hidup yang mengejar harta dan kesenangan dunia. Hati yang bijaksana tahu bahwa hidup yang sulit adalah hidup yang harus diembris dirangkul hidup mengikuti sang master hati yang bijaksana lebih takut akan ketidak setujuan Tuhan daripada ketidaksetujuan manusia. Ia lebih takut kehilangan misi kekal, eternal mission daripada kehilangan trend sementara temporal trend dan ia lebih takut kehilangan panggilan, calling daripada karir takut akan Tuhan adalah awal dari kebijaksanaan dan menghitung harihari akan membawa kita berhadapan langsung dengan Tuhan yang suatu hari nanti akan kita temui hati yang bijaksana tahu bagaimana hidup di dalam terang Tuhan pada hari ini untuk menghadapi hari akhir itu Ia hidup dengan urgensi bukan kecemasan urgensi not anxiety. Ia hidup dengan penuh semangat bukan panik, with passion not panik. Ia cepat memaafkan karena tahu waktu untuk rekonsiliasi sangatlah singkat.
Rev. Mindjaja Tani:Memberi dengan kita tidak bisa membawa harta benda duniawi ini ke dalam kekekalan hati yang bijaksana akan beribadah dengan tulus karena tahu setiap nafas adalah anugerah untuk memuji sang pemberi hati yang bijaksana memberitakan kebenaran dengan berani, pulih karena tahu bahwa kekekalan itu terlalu mengerikan bagi mereka yang tidak mengenal Kristus. Saudara, saudara tidak akan pernah memiliki hati yang bijaksana dengan pola pikir bahwa waktu ini tidak terbatas waktu ini terus berputar terus berulang tanpa habis hanya dengan belajar menghitung harihari kita kita akan beroleh hati yang bijaksana hati yang selaras dengan kehendak Tuhan. Yang keempat kita sampai kepada moment of decision dari Mazmur 90 ayat 12 ini saudara sekali lagi Mazmur 90 ini adalah doa Musa tapi doa Musa ini bukan hanya sebuah teori bukan hanya sebuah keinginan khayal, daydreaming. Doa Musa ini adalah sebuah kerinduan dari hati yang terdalam untuk apa yang didoakan ini sungguhsungguh terjadi sungguhsungguh dialami Musa tidak hanya sekedar mengucapkan doa tapi dia hidup di dalam doa itu Musa tidak hanya sekedar duduk diam, melipat tangan, mata dan berdoa Dia bertindak ada action. Juga dengan kita, demikian juga buat kita, kita tidak hanya sekedar berdoa ajar kami untuk menghitung harihari tapi doa kita ini harus perlu disertai tindakan pertanyaannya adalah apa tindakannya saudara tindakannya baru akan terlihat tindakannya akan terwujud pada hari Senin besok dan harihari berikutnya Seperti apa wujudnya ini?
Rev. Mindjaja Tani:Yang pertama, saudara bangun tidur pada pagi hari sebelum kaki saudara menyentuh lantai kamar saudara. Persembahkanlah hari itu, hari yang terbatas itu kepada Tuhan berdoalah kepada Dia katakan Tuhan hari ini adalah anugerah dariMu ini adalah salah satu dari jumlah harihari ku yang terbatas Aku serahkan kepadaMu teguhkan pekerjaan tanganku tunjukkan kepadaKu dimana aku harus menginvestasikan waktuku energiku, katakataku untuk kemuliaanMu berikan aku mata untuk melihat yang kekal dalam kesehariharian hidup di dunia ini. Itu yang pertama kita serahkan hari kita kepada Dia. Yang kedua saudara perlu belajar memandang orangorang di rumah saudara, orangorang di sekitar saudara, sebagai penghalang untuk kedamaian saudara tetapi mereka semua adalah jiwajiwa yang mana saudara terpanggil untuk mengasihinya dan melayaniNya dalam musim yang singkat dalam hidup yang terpatasi ini. Mereka bukan announced buat kita tapi mereka adalah orangorang yang Tuhan tempatkan untuk kita menyatakan kasihnya Dia kepada mereka dan melayani mereka Yang ketiga action kita, decision kita.
Rev. Mindjaja Tani:Kita perlu belajar melihat pekerjaan kita bukan hanya sebagai menghasilkan gaji sesuatu yang menghasilkan gaji bukan hanya sekedar untuk mendapatkan uang tapi pekerjaan kita usaha kita bisnis kita karir kita itu adalah sebuah alat sebuah kesempatan untuk menunjukkan integritas kita untuk menunjukkan keunggulan excellence nya kita dan untuk menjadi kesaksian buat banyak orang jadi bukan hanya sekedar uang untuk mendapatkan uang yang keempat, saudara action decision kita kita matikan gulir medsos yang tidak berujung turning off the endless scroll off sosial media untuk diganti dengan membuka firman yang kekal berikutnya kita perlu belajar membuat keputusan mengatakan ya pada halhal yang tidak nyaman yang tidak mengenakkan tapi yang memuliakan Tuhan yang telah saudara tunda hingga satu hari nanti jangan ditunda lagi now is the time yang berikutnya kita membuat decision dengan mengevaluasi isinya harihari tersebut bukan hanya kita menghitungnya tapi kita menimbangnya Musa berbicara tentang harihari yang penuh kesukaran dan penderitaan saudara baca Mazmur 90 ayat 10 Dia berbicara kesukaran dan penderitaan dan kemudian Musa meminta Tuhan untuk meneguhkan perbuatan tangannya ayat yang ke17 Saudara menghitung harihari itu adalah mengaudit hari itu. Di sisi kita, kita buat audit harian tadi saya sudah katakan bahwa pagi hari itu berbicara tentang deposit sore hari berbicara tentang withdrawal dan malam hari berbicara tentang audit di akhir hari itu apa yang sudah saudara investasikan dimana saudara investasikan hari tersebut Saudara investasikan di dalam kerajaan diri sendiri atau Kerajaan Allah.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara investasikan di dalam harta duniawi yang akan hancur oleh ngengat dan karat atau saudara investasikan di dalam harta surgawi. Rasul Paulus yang tahu bahwa hidupnya adalah sebuah persembahan yang harum bagi Allah Memerintahkan jemaat di Efesus, demikian Efesus pasal yang kelima ayat yang ke15 dan 16 karena itu demikian perintah Paulus kepada jemaat Yephesus karena itu perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup Janganlah seperti orang bebal tetapi seperti orang Arif orang Arif itu artinya orang yang bijaksana ya kan berbicara tentang hati yang bijaksana orang yang menghitung hari. Ayat 16 Paulus katakan dan pergunakanlah waktu yang ada karena harihari ini adalah jahat kata Yunani untuk pergunakanlah di dalam kalimat pergunakanlah waktu yang ada kata pergunakanlah bahasa Indonesia kita ini di dalam bahasa aslinya bahasa Yunani dipakai kata EKSAgorazo yang berarti menebus Turidim menyelamatkan dari kesiasiaan atau bisa juga berarti membeli kembali baik saudara waktu kita itu selalu terjual kepada penawar tertinggi, ya kan? Kecemasan kita our anxietyes hiburan kita entertainment kita Kebencian kita, resenment nya kita atau kemalasan kita, our laciness. Nah saudara menghitung harihari itu adalah tindakan menebusnya curidim membelinya kembali untuk tujuan Kristus Kita perlu esagorazo waktu itu, kita perlu tebus, kita perlu beli kembali, kita perlu pakai untuk tujuan Kristus.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara, dan yang terpenting di dalam decision ini adalah kita menyerahkan kendali atas harihari kita kita tidak menghitung harihari itu untuk membuat kita menjadi guru produktivitas yang ahli kita sering menghitung hari itu dengan gambaran supaya kita ini bisa produktif ya kan kita lihat berapa yang kita hasilkan hari ini kemudian besok kita bisa tambah lagi lebih efektif dan lebih produktif dan sebagainya kita belajar untuk memadatkan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, cramming more into less time. Itu yang sering kita lakukan dengan menghitung hari, itu yang ada di gambaran kita. Saudara meskipun halhal tersebut adalah halhal yang baik tapi apa yang kita lakukan masih merupakan mendirikan kerajaan sendiri saudara kita perlu serahkan kendali atas harihari kita kepada Dia Number Your Days Menghitung harihari Berbicara tentang ketergantungan kita kepada Dia dan jelas sekali menghitung harihari tidak bisa kita lakukan dengan kekuatan kita itu sebabnya Musa berkata ajarlah aku kita perlu Tuhan ajarlah kami Tuhan kita tidak bisa menghitung sekali lagi menghitung ini bukan satu dua tiga tapi mengerti harihari itu kita tidak dapat melakukannya sendiri, kita membutuhkan Allah yang kekal untuk mengajar kita manusia yang fana tentang waktu yang kekal itu. Saudara, itu sebabnya kita perlu serahkan kalender kita kepada Tuhan yang empunya kalender kita pegang rencana kita plan kita dengan tangan yang terbuka bukan sesuatu yang fix yang harus terjadi tapi rencana kita ini kita tempatkan di tangan yang terbuka dan kita belajar untuk berkata seperti yang diajarkan Yakobus Yakobus pasal yang keempat ayat 15 mengajar kita berkata demikian sebenarnya kamu harus berkata apa yang perlu kita katakan jika Tuhan menghendakinya kami akan hidup dan berbuat ini dan itu kalau jika Tuhan menghendaki kita serahkan hari kita pada Dia kita serahkan kalender kita kepada Dia yang empunya kalender lepaskan kontrol kita akan harihari kita sebab tidak ada yang dapat kita kontrol nah saudara buat sebagian dari kita di sini pada pagi hari ini menghitung harihari saudara harus dimulai dengan sebuah keputusan yang sangat mendesak Selama ini saudara telah menghitung harihari saudara seolaholah hidup ini adalah segalagalanya hidup yang saudara hidupi dengan cara saudara itu adalah segalagalanya Tadi sudah saya katakan Alkitab berkata manusia ditetapkan untuk mati sekali dan sesudah itu datang penghakiman.
Rev. Mindjaja Tani:Saudara, hidup ini bukan hidup kita, Saudara itu yang Saudara bayangkan itu bukan segalagalanya harihari kita telah dihitung, harihari kita telah ditetapkan dan setelah hari terakhir saudara akan berdiri di hadapan Allah yang kudus. Kebijaksanaan dimulai dengan berpaling dan berlari kepada Dia yang telah menaklukkan maut dan menawarkan hidup kekal kepada saudara. Dia, Yesus, sudah menjalani hidup yang sempurna dan telah dihitung sebagai pengganti saudara. Dia mati di kayu salib untuk menebus dosa saudara dan saya karena kita menyianyiakan waktu dengan hidup untuk diri sendiri. Dia bangkit mematahkan kuasa maut.
Rev. Mindjaja Tani:Hari ini, selagi hari ini masih masuk dalam hitungan diantara harihari saudara berpalinglah kepadaNya bertobatlah Percayalah kepadaNya serahkan hariharimu yang telah terhitung kepada Dia yang memegang kekekalan di dalam Dia saudara keluar dari kesiasiaan dan harihari saudara yang telah dihitung yang telah ditetapkan menjadi lembaran pertama dari sebuah kisah yang tidak akan pernah berakhir saudara kita bukanlah korban dari waktu victims of time kita juga bukan master of time tapi kita adalah pengelolapengelolanya, stewards of time jam pasir, our gelas yang terus berkurang, butir demi butir kita lihat dan sering menakutkan tapi saudara buat anakanak Allah jam pasir itu dan pasir yang menetes yang berkurang butir demi butir itu bukanlah penyebab kita untuk berputus asa melainkan pertanda masa depan yang cerah karena kita bukan melihat jam pasirnya tetapi kita memandang kepada Cakrawala ciptaan sang maha kuasa kita melihat jauh ke depan kita belajar melihat ke depan kita memiliki harapan Tadi pujian kita katakan masih adakah harapan? Ada saudara kita memiliki harapan kita memiliki janji bahwa harihari kita yang terhitung itu hanyalah pendahuluan bagi kekekalan yang tidak terhitung. Yoanes pasal yang ke17 ayat yang ketiga Yesus beritahu kita demikian Dia katakan inilah hidup yang kekal itu kita sering bertanya apa hidup yang kekal Yesus berikan jawabannya yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satusatunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus saudara inilah hidup yang kekal itu bahwa kita mengenal Dia Allah yang benar kita mengenal Yesus Kristus yang telah Bapak utus untuk menjadi Juruselamat dan Tuhan kita biarlah pada pagi ini doa Musa boleh menjadi irama hati kita masingmasing Tuhan, ajarlah aku menghitung harihariku.
Rev. Mindjaja Tani:Marilah kita hidup dengan urgensi kudus dan perspektif surgawi, Holy urgency and heavenly perspective. Marilah kita berhenti menyianyiakan apa yang tidak dapat kita pertahankan untuk mendapatkan apa yang tidak dapat diambil dari kita marilah kita menjalani hari yang terhitung ini dan setiap hari berikutnya bukan lagi untuk kemuliaan dunia yang fana tapi untuk kemuliaan Raja kekal yang akan segera datang kembali. Dan saat butir pasir terakhir kita jatuh, biarlah Ia boleh mendapati kita bukan berpegangan pada jam pasir tersebut ya kan kita sering hold on to the time dan berkata Aku mau hidup seribu tahun lagi Saudara, saat butir pasir terakhir kita jatuh, biarlah kita berlari menuju panggilan Ilahi dengan hati yang penuh dengan hikmat dan tangan yang penuh dengan pekerjaan yang telah dia tetapkan dan siap untuk mendengar katakata yang telah lama dinantikan itu baik sekali perbuatanmu hai hambaku yang baik dan setia masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Saudara janganlah kita menganggap remeh harihari kita marilah kita berusaha untuk menghitung harihari menyadari nilainya serta menjalani setiap hari dengan tujuan dan maksud yang jelas berdoalah mintalah supaya dia mengajar kita untuk menghitung harihari kita saat kita menghadapi perjamuan kudus marilah kita datang dengan hati yang penuh syukur mencari hikmat dan pemahaman yang lebih dalam lagi dengan mengenal Dia lebih lagi Dia yang telah memberikan hidupNya untuk kita biarlah kita pada pagi hari ini boleh meninggalkan tempat ini dengan hati yang diperbarui siap untuk menghitung setiap hari sebagai anugerah kesempatan berharga untuk menjalani hidup yang memuliakan Allah mari kita nung dengan kepala dan kita ingin berdoa